judi

Kapal Sakti 12, SKT Value For Money Hasil Kolaborasi Dua Legenda Rasa Dengan Citarasa Natural Yang Berani


Selamat malam,

Tak mudah kemudian untuk mencari pilihan yang memang berkarakter sesuai dengan apa yang diinginkan. Perlu kemudian saya untuk melakukan proses kurasi atas opsi-opsi yang memang pada akhirnya bisa dianggap sebagai pilihan. Keberanian saja pada akhirnya tidak cukup untuk mencapai usaha dalam mencapai kematangan dalam berpikir, misalnya. Adapun usaha yang kemudian muncul dari saya pada akhirnya mencari ketegasan yang berarti, dan pada akhirnya bisa menjadi sebuah pengantar dalam memulai ulasan terkait dengan rokok ini. Harap maklum.

Review kali ini pada dasarnya merupakan review yang sebenarnya cukup menarik pada akhirnya untuk dibahas. Produk yang sebenarnya memiliki potensi besar, namun kemudian mengingat rokok ini pada dasarnya sebagai produk rintisan yang sangat baru, maka pada akhirnya menggerakkan saya untuk bisa membuat ulasan terkait dengan produk yang akan saya bahas kali ini. Produk ini dinamakan sebagai Kapal Sakti, ya nama yang pada dasarnya cukup unik untuk sebuah rokok pendatang baru. Meskipun pada dasarnya bahwa rokok ini (menurut info yang beredar) sudah diluncurkan sekitar bulan Februari 2023 lalu. Akan tetapi, dari informasi yang saya dapatkan (terutama dari pihak yang mengirimkan rokok ini), produk ini ternyata memiliki sokongan finansial dan kekerabatan yang besar dari segi historis. 

Simpelnya, bahwa rokok ini merupakan hasil kolaborasi dari dua legenda rasa yang memiliki kekuatan di segmennya masing-masing. Ya, kalau pembaca menganggap bahwa rokok ini merupakan hasil kolaborasi dari kopi Kapal Api dengan salah satu pabrikan rokok, jawaban itu pada dasarnya benar. Akan tetapi, bahwa secara afiliasi, merek rokok ini tidak masuk secara langsung ke dalam ekosistem Kapal Api Group yang sudah melegenda secara distribusi (dengan nama distributornya yakni Fastrata Buana). Lebih tepatnya, dari informasi yang saya dapatkan, produk ini berafiliasi kepemilikannya secara keluarga dengan pemilik Kapal Api Group. 

Jadi secara singkat saja, meskipun rokok ini tidak membawa nama langsung dari Kapal Api Group, akan tetapi, semangat khas yang berani dari kopi Kapal Api kemudian ikut tercermin dalam produk yang dinamakan “Kapal Sakti” ini. Informasi yang saya dapatkan juga terkait dengan rokok ini, nama “Kapal Sakti” sendiri pada dasarnya merupakan gabungan dari dua nama besar dari dua dunia yang berbeda. Yang satu memang memiliki keahlian dalam industri FMCG, yang satu lagi memiliki keahlian secara puluhan tahun dalam industri rokok. Kolaborasi antara anak pemilik dari Kapal Api dan PT Anak Sakti, lebih tepatnya seperti itu. Lebih tepatnya lagi, bila dianggap sebagai sebuah silogisme, maka anak (dari pemilik) Kapal Api dan Anak Sakti berkolaborasi, melahirkan merek Kapal Sakti. 

Keahlian dari (kopi) Kapal Api yang menguasai dalam industri FMCG dan PT Anak Sakti yang memiliki keahlian dalam industri rokok selama puluhan tahun. Singkat kata, sesuai dengan judul artikel ini, maka kolaborasi antara “dua legenda rasa” bisa dirasakan kala menikmati rokok yang kemudian mengusung slogan “Jelas Lebih Berani” tersebut. Namun apakah rokok ini kemudian memiliki sensasi rasa yang begitu berani sesuai dengan slogannya? Pertanyaan ini kemudian terlontarkan pada diri saya kala membuat artikel ini.

Baiklah, itu sedikit pengantar terkait dengan bagaimana rokok ini kemudian harus dimaknai. Mari kita coba ulas produk ini dimulai dari harganya terlebih dahulu. Untuk harga rokok ini, berdasarkan info dari pengirim rokok ini, rokok ini secara umum dijual dengan harga Rp. 9.000,- (cukai golongan III sebesar 9.000) untuk kuantitas sebesar 12 batang. Tentunya, harga rokok ini pada dasarnya dapat dianggap sangat kompetitif, bahkan jauh dibawah harga rokok rata-rata yang memiliki nominal diatas 12.000 untuk kuantitas 12 Batang.

Untuk harga, secara bulat, berada di angka 10 dari 10.

Kemudian kita coba ulas kemasan rokok ini secara saksama dan perlahan-lahan

Kemasan rokok ini menggunakan tiga warna dasar, yakni coklat muda, kuning, dan merah darah. Bagian depan dan belakang kemasan, yakni pada bagian kiri kemasan, terdapat beberapa garis melengkung yang memiliki efek emboss halus berwarna merah darah melambangkan unsur tembakau pilihan yang sudah dicacah sedemikian rupa, dan garis melengkung tersebut berada pada latar warna coklat muda pekat. Bagian tengah kemasan terdapat ornamen segitiga dengan ujung garis yang melengkung, dan ornamen tersebut memiliki efek shiny dan glossy khas, sehingga menambah kesan mewah yang ingin dijual oleh rokok tersebut. Bagian kanan kemasan terdapat ornamen tanaman yang berbunga, dan ornamen tersebut memiliki efek hot stamp yang cukup tebal. Terdapat logo khas dari kapal laut yang sebenarnya menandakan bahwa rokok ini memiliki kekerabatan dengan kopi Kapal Api, dan di bagian bawahnya terdapat tulisan KAPAL SAKTI dengan font ornamen yang sangat khas, dan garis di bagian bawahnya. Di bagian bawah tengah, terdapat tulisan 12 SIGARET KRETEK. 

Bagian kanan kemasan merupakan tempat pelekatan dari pita cukai, dan bagian kiri kemasan (yang terhalang dengan plastik cellophane), bertuliskan SKT, larangan jual, barcode, dan juga kadar tar serta nikotin dari rokok ini (38.76 mg Tar dan 1.96 mg Nikotin, rokok ini kemungkinan memiliki tarikan yang tebal namun dengan efek hisapan yang halus). Bagian atas kemasan bertuliskan KAPAL SAKTI dengan warna font merah darah, dan bagian bawah rokok ini bertuliskan “Dibuat Oleh PT SSS Malang, Indonesia”.  Untuk informasi saja, rokok ini dibuat oleh PT Sikunci Sigaret Srintil, perusahaan yang secara afiliasi masih berhubungan dengan PT Anak Sakti, Malang. Namun apakah pabrik ini juga dimiliki oleh pihak keluarga Kapal Api, saya jujur tidak mendapatkan informasi secara rinci akan hal tersebut. Yang jelas, produk ini merupakan hasil kolaborasi dari Kapal Api dan Anak Sakti, singkatnya begitu.

Kemasan rokok ini pada dasarnya memiliki ornamen yang cukup erat dengan suasana indah dan syahdu, dan dapat disimpulkan bahwa apa yang ingin dijual oleh rokok ini yakni “harmoni rasa antara tembakau dan cengkeh berkualitas.” Singkatnya begitu, dan secara objektif bahwa kemasan rokok ini bagus, tentu ada benarnya.

Untuk kemasan saya beri nilai 9.5 dari 10.

Kemudian kita coba buka plastiknya dan kemasannya untuk melihat bagian dalam dari kemasan rokok ini

Model bukaan kemasan dari rokok ini memiliki lidah yang pada akhirnya dapat dibuka dan di tutup sedemikian rupa. Hampir mirip dengan cara membuka Marlboro Crafted ataupun Dji Sam Soe Elite. Model yang pada akhirnya memiliki frame dan lubang bukaan/tutupan yang menyatu dengan bagian etiket kemasan secara penuh. Pada bagian lanjutan dari kemasan, terdapat logo kapal laut dan lanjutan bertuliskan “Cita Rasa Khas Dua Legenda.” Artinya bahwa rokok ini merupakan hasil kolaborasi dari dua legenda rasa, seperti apa yang sudah saya jelaskan pada awal bagian tulisan ini. Susunan batang dari rokok ini yakni 6 di depan dan 6 di belakang, dengan kuantitas isi sebesar 12 batang. Tampak di foto, bagian batasan bakaran memiliki model yang sebenarnya tidak identik dengan rokok kretek tangan kebanyakan yang memiliki warna batasan bakaran berupa warna kuning. 

Kemudian kita coba tarik salah satu batang rokok ini secara saksama untuk melihatnya

Rokok ini memiliki panjang sebesar 80mm dengan diameter bakaran mencapai 8.5mm dan hisapan mencapai 8mm, tergantung dari hasil dari tiap pelinting rokok ini. Model papir yang digunakan oleh rokok ini memiliki burning area vertikal, dengan penanda batasan bakaran yakni terdapat garis emas, tulisan KAPAL SAKTI berwarna merah, dan penanda berupa logo kapal laut berwarna emas. Tampak bahwa bagian batang rokok ini memiliki kepadatan yang sangat erat, sehingga untuk memudahkannya perlu melakukan proses pemijatan pada bagian batang dari rokok ini. 

Kemudian kita coba rasakan rokok ini secara saksama dan perlaham-lahan

Pada saat sebelum dibakar, rokok ini memiliki mixture rasa yang cukup kental dengan aroma khas dari cocoa, havana, licorice, dan sedikit rasa manis dari penambahan rasa gula molases dan esens maple. Tampak bahwa mixture yang kemudian ingin dijual, memiliki citarasa khas natural type, yakni citarasa yang memiliki tipe flavor yakni “low flavor”. Sekilas memiliki kemiripan dengan apa yang ditawarkan oleh Dji Sam Soe ataupun Sampoerna Kretek, ataupun rokok lain yang memiliki tipe serupa. Namun ketika dibakar, rokok ini justru menawarkan sensasi rasa tembakau yang sangat khas, dengan penekanan utama rasa pada rokok ini merupakan mixture dari cocoa, havana, licorice, dengan sedikit penambahan dari jamaican rum dan bourbon, juga kemudian dilengkapi dengan beberapa tipe buah yang netral semisal longan dan leci. Tampak juga rokok ini memiliki unsur vanilla dan sedikit penekanan unsur karamel yang sangat rapat, khas dengan tipe rokok kretek low flavor pada umumnya, yang pada akhirnya mengimbangi efek rasa molases bawaan dari rokok ini. 

Penekanan utama pada rokok ini berada pada efek rasa molases yang menimbulkan sensasi manis-gurih khas. Tampak juga penambahan rempah pada rokok ini terkesan sangat dominan dan juga memiliki efek spicy yang terkesan sangat kencang dan berani, dengan penekanan rasa pada paduan kayumanis, pekak, kapulaga, jintan, dan sepertinya rokok ini menggunakan andaliman seperti apa yang ditawarkan oleh rokok buatan Djarum secara umum. Efek pedas-spicy yang berani, tampak bahwa efek pedas yang ditimbulkan mengingatkan saya pada apa yang ditawarkan dari Djarum Coklat secara umum, pedas yang menyegarkan lebih tepatnya. Hal tersebut kemudian didukung dengan penambahan cengkeh yang dikadarkan sangat optimum, kemungkinan besar tipe yang digunakan merupakan tipe Zanzibar, dengan elemen pedas yang khas dan berani. Tampak bahwa efek hisapan rokok ini memiliki efek warming yang tebal dan memiliki kehangatan diatas rata-rata rokok kretek tangan secara umum.

Model tembakau yang digunakan menggunakan gabungan dari beberapa tipe tembakau low flavor, diantaranya Virginia Lombok, Temanggung Lamsie, Kesturi, dan beberapa tembakau lain yang memiliki tipe serupa. Tampak bahwa tipe rasa yang ditawarkan memiliki gabungan nutty halus, dengan efek smoky yang begitu intens, ada sedikit penekanan rasa woody yang baik, dengan aftertaste yang sebenarnya memiliki efek clear finish atau sensasi hisapan yang terkesan bersih pada akhirnya. Racikan pada rokok ini tergambar begitu seimbang, memiliki earthy dominan dengan penekanan rasa khas hara yang cukup terasa kala menghisap rokok ini. Tampak bahwa elemen rokok ini terkesan netral pada akhirnya, tidak memiliki aroma yang sangat dominan ataupun kurang, semuanya tergambar dalam intensitas rasa yang pada akhirnya seimbang, dengan rasa spicy alamiah dari tembakau yang tergambar sangat baik, bahkan sangat intens.

Dikeluarkan melalui hidung, rokok ini memiliki elemen aroma pedas spicy yang berani, dengan penekanan adanya sedikit elemen smoky alamiah dan nutty yang terkesan sangat halus. Tarikan pada rokok ini terbilang memiliki efek hisapan yang cukup solid, namun pada akhirnya mudah untuk terurai dan memiliki efek kepulan yang tidak begitu intens pada akhirnya. Efek harshness sangat tergambar pada rokok ini, dengan efek rasa tajam berani yang cukup menusuk di tenggorokan, dengan elemen throat hit yang pada awalnya terkesan kencang, namun memiliki efek menusuk yang tidak begitu dominan pada akhirnya. Rokok ini pada dasarnya memiliki efek rasa dan hisapan yang cukup tajam pada akhirnya. mungkin dari penambahan andaliman yang membuat rasa spicy pedas tajam muncul secara intens. 

Durasi bakar yang kemudian ditawarkan oleh rokok ini sangat lama, sekitar 19 sampai 21 menit (dengan angka yang saya dapatkan pada rokok ini sekitar 20 menit, terhitung sangat lama untuk sebuah rokok yang memiliki kadar tar sekitar 38mg-an). Aftertaste bawaan yang kemudian tergambar, pada akhirnya merupakan gabungan dari rasa dari tembakau yang tidak begitu kuat, dengan elemen nutty yang terkesan cukup halus dan tidak begitu intens, efek rasa spicy yang meninggalkan kesan sedikit kebas namun tidak berlangsung dalam waktu yang cukup lama, dan elemen rasa akhir yang membuat saya menganggap bahwa tipe rokok ini merupakan tipe rokok spicy yang cukup netral pada akhirnya. Tampak bahwa sensasi clear finish khas dari elemen tembakau rokok ini, cukup terasa dan tidak membuat saya terganggu dengan adanya dominasi dari salah satu note khas tembakau.

Kelemahan yang mungkin tergambar pada rokok ini, yakni sensasi rasa saus yang pada akhirnya tidak terlalu tergambar secara gamblang. Mungkin kelemahan ini pada akhirnya menjadi kelebihan tersendiri, mengingat bahwa untuk rokok dibawah harga 12.000, secara umum memiliki efek saus yang terkesan sangat dominan dan juga kental. Selain itu, sensasi hisapan di beberapa bagian terkesan memiliki rasa yang hambar dan sedikit pahit, dan bagi saya kelemahan tersebut bisa berlaku sebagai sebuah kelebihan pada beberapa subjek. Rokok ini pada akhirnya memiliki kelemahan rasa yang sebetulnya bukanlah sebuah kelemahan, namun pada akhirnya perlu diperkuat kembali untuk mendapatkan rasa yang ‘lebih berani.’  Selain itu, mengingat batang rokok ini sangat padat, maka sepertinya perlu untuk memijat batangnya terlebih dahulu.

Tampak bahwa apa yang ditawarkan oleh rokok ini pada dasarnya sangat baik untuk sebuah rokok dengan harga 9.000 per bungkusnya. Namun, bila berbicara pada konteks masyarakat Indonesia yang juga mencari rokok dengan rasa ‘saus’ yang tebal, maka mungkin faktor tersebut menjadi perhatian penting kala menilai terkait mengapa rokok ini belum begitu laku di pasaran. Bagi saya, apa yang kemudian ditawarkan oleh rokok ini, memiliki citarasa natural khas yang bahkan. lebih berani dibandingkan produk acuannya (Sampoerna Kretek). Saya harus akui bahwa apa yang ditawarkan oleh rokok ini, untuk sebuah rokok murah, rasanya melampaui ekspektasi saya yang merasakan bahwa rokok dibawah harga 10.000, kualitas tembakaunya acak-acakan. Dan satu hal yang saya sukai dari rokok ini, kesan rasanya sangat-sangat bersih.

Untuk rasa sendiri, saya beri nilai 9 dari 10

KESIMPULAN

Rokok ini pada akhirnya memberikan citarasa yang pada akhirnya jarang ditemukan untuk sebuah rokok murah, hisapan yang terkesan sangat-sangat bersih dan rapi untuk sebuah rokok murah, dan juga kemungkinan penambahan andaliman pada rokok ini menimbulkan efek rasa pedas yang bahkan, memiliki kemiripan dengan produk Djarum secara umum. Ya, pada dasarnya bahwa rokok ini merupakan gabungan rasa dari pedas khas dari Djarum dan tipe saus low flavor yang menjadi flagship type dari Sampoerna (ataupun bahkan racikan lama dari Wismilak). Sebuah twist rasa yang pada akhirnya membuat saya mengatakan bahwa, apa yang ditawarkan oleh rokok ini, pada dasarnya cukup impresif. 

Namun, kelemahan yang mungkin terasa pada rokok ini, diantaranya efek rasa saus yang tidak begitu kencang, adanya penekanan rasa yang hambar dan pahir di beberapa bagian, perlunya untuk memijat batang dalam memudahkan pembakaran, dan satu lagi yang belum saya sampaikan, rasa pedas yang ditawarkan, bagi sebagian kalangan akan membuat lidah menjadi kebas dan mati rasa. Mungkin sensasi rasa yang berani, terlihat dalam bagaimana penyampaian rasa tembakau bawaan dari rokok ini bisa dimaknai.

Distribusi dari rokok ini, secara umum masih terpusat di Warung Madura yang memang menjual produk-produk rokok Indie, dengan penyebaran distribusi yang saya rasakan, belum merata. Mungkin karena pada dasarnya produk ini masih terhitung baru, maka harap maklum produk ini belum bisa ditemukan di berbagai wilayah di Indonesia. Mengingat bahwa distribusi dan promosi rokok ini masih dalam tahap rintisan, di masa yang akan datang, kemungkinan rokok ini akan diminati di pasaran (dengan catatan, bahwa rokok ini memiliki rasa yang cukup berbeda untuk sebuah rokok murah) terbilang besar pada akhirnya. 

Untuk nilai rerata yang dicapai rokok ini pada dasarnya cukup rata, 9.5 dari 10. Skor ini pada dasarnya baik untuk sebuah rokok murah yang menjual rasa tembakau sebagai nilai utamanya, dengan kemasan yang pada akhirnya modern dan memiliki unsur ornamen yang terkesan mewah dan indah. Terutama pada harga, rokok ini mutlak mendapatkan angka yang sedemikian rupa. 

Apa saya merekomendasikannya? Tentu, bila Anda mencari rokok tipe low flavor (ala Dji Sam Soe ataupun Sampoerna Kretek) yang memiliki citarasa kuat dan pedas yang intens berani. Bila tidak? Tergantung keputusan Anda pada akhirnya.

Review rokok ini bukanlah menjadi opsi utama kala Anda ingin membeli rokok. Ingat! bahwa Anda yang berhak memutuskan apa Anda memang ingin mengambil sebuah rokok ataupun tidak. Pilihan ada di tangan Anda, dan bukan dari saya yang menuliskan review rokok ini.

Demikian postingan saya kali ini. Bila ada pertanyaan silahkan email saya, beri komentar di bagian bawah, atau hubungi saya via WhatsApp di tombol diatas. Jadilah perokok yang bertanggungjawab dan tercerahkan. Sekian dan terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *